5 Trik Jitu Memilih Theme WordPress untuk Blog

tips memilih theme wordpress untuk blog

Enaknya zaman sekarang, untuk membuat sebuah website atau blog, Anda tidak perlu jago coding, semuanya sudah tersedia dan serba otomatis, Anda tinggal pilih dan pakai saja, mulai dari content management system sampai cara memilih theme WordPress nya pun sangat mudah.

Dalam tahapan membuat blog, proses memilih theme WordPress merupakan tahap yang cukup menyita waktu, karena kita akan disuguhkan dengan ribuan theme yang ciamik, membuat kita bingung menentukan pilihan, theme mana yang paling tepat untuk blog kita.

Agar Anda tidak bingung, saya akan memberi beberapa panduan penting yang harus Anda perhatikan saat memilih theme WordPress, karena hal ini akan berpengaruh pada performa blog Anda.

Jangan asal pilih theme, bahaya!

Perlu Anda ketahui, bahwa WordPress merupakan content management system yang dibuat untuk dapat memenuhi kebutuhan semua jenis website.

Artinya, dengan WordPress Anda bisa membuat situs berita, website perusahaan, situs membership, dan berbagai jenis website lainnya termasuk untuk keperluan pembuatan blog.

Oleh karena itu, Anda harus mampu memilah theme yang sesuai dengan peruntukannya, jangan sampai menggunakan theme blog untuk sebuah situs perusahaan, salah kaprah dan sama sekali gak nyambung.

Memilih theme untuk blog sama seperti memilih kosmetik untuk wajah, sama-sama akan dilihat orang pertama kali.

Pemilihan theme yang tepat akan membuat pengunjung blog Anda merasa nyaman, sama halnya jika Anda pandai berhias, orang lain pun akan senang melihat Anda.

Selain untuk kenyamanan pengunjung, theme blog yang baik akan memberikan nilai positif di mata Google, sehingga blog Anda berpotensi mendapatkan peringkat terbaik di mesin pencari.

Karena itu, mari kita bahas apa saja yang harus diperhatikan saat Anda hendak memilih theme untuk blog Anda.

  1. Pilih theme yang simpel
  2. Theme harus responsif
  3. Kompatibel untuk semua browser
  4. Kompatibel dengan plugin populer
  5. Loading theme harus cepat

1. Pilih theme yang simpel

WordPress menyediakan ribuah pilihan theme yang bisa Anda gunakan, hadir dengan bermacam-macam warna dengan fitur yang beragam.

Tapi…

Tidak semua theme yang tersedia mempunyai kualitas bagus, beberapa theme yang terlihat cantik menawan belum tentu cantik strukturnya, bisa jadi akan membuat blog Anda menjadi lambat saat diakses.

Dan itu kabar buruk.

Untuk membuat sebuah blog, gunakanlah theme yang simpel, tidak terlalu banyak warna, tata letak rapi dan tidak perlu ada animasi yang aneh-aneh.

Simplicity is the keynote of all true elegance.

Kesederhanaan adalah kunci dari keanggunan sejati.

Saat orang lain berkunjung ke blog Anda, mereka ingin mendapatkan jawaban atas masalah mereka atau ingin mengetahui informasi baru, maka dari itu buat mereka nyaman saat melihat tampilan blog Anda.

Pilih theme dengan perpaduan warna yang bersih, pastikan isi blog Anda terbaca dengan jelas dan kontras dengan latar belakangnya.

Secara pribadi, saya lebih menyukai theme dengan tampilan yang amat sederhana seperti theme Sparkling dari Colorlib. Lihat preview-nya DISINI.

contoh theme sederhana dari colorlib - cara memilih theme wordpress untuk blog
Tampilan theme WordPress Sparkling dari Colorlib

2. Theme harus responsif

Memilih theme yang responsif merupakan hal WAJIB.

Theme responsif adalah theme yang dapat menyesuaikan tata letak pada setiap perangkat dan ukuran layar yang berbeda.

Saat blog Anda diakses menggunakan desktop, maka theme akan menyesuaikan, begitu pula saat blog Anda diakses melalui mobile phone, theme akan mengatur tata letak sesuai karakter tampilan HP.

Fakta menunjukkan bahwa 50% lebih orang-orang terbiasa mengakses halaman web melalui mobile phone, maka dari itu theme yang responsif merupakan sebuah kewajiban dan tidak bisa ditawar lagi.

Sebagian besar theme yang tersedia di WordPress biasanya sudah responsif, namun masih ada beberapa theme yang belum, maka dari itu Anda harus jeli saat memilihnya.

Cara mengecek theme responsif atau tidak

Cara paling mudah untuk menguji apakah sebuah theme responsif atau tidak bisa dilakukan dengan mengubah ukuran layar browser Anda, biasanya kita sebut dengan mobile friendly.

Kalau saat Anda mengganti ukuran layar theme tersebut berubah dan menyesuaikan berarti theme tersebut responsif.

Contoh theme yang responsif:

contoh tampilan website sekolah blogger saat diakses dari desktop - cara memilih theme wordpress
Tampilan website sekolahblogger.com saat diakses melalui desktop
Tampilan website sekolahblogger.com saat diakses melalui mobile phone

Bisa Anda lihat, theme-nya akan menyesuaikan tergantung dari mana website atau blog tersebut diakses.

Untuk pengujian yang lebih komprehensif, Anda bisa menggunakan tools yang disediakan oleh Google yang bernama Google Mobile Friendly Test.

Masukkan URL theme Anda ke kolom yang tersedia, sebagai contoh kita akan menguji theme Sparkling yang sudah dibahas di awal tadi.

mobile friendly test - cara memilih theme wordpress
Tampilan Google Mobile-Friendly Test

Jika hasilnya seperti gambar di bawah ini, berarti theme yang Anda pilih sudah responsif dan bisa Anda gunakan.

Hasil test theme Sparkling

3. Kompatibel untuk semua browser

Tak bisa dipungkiri bahwa pengunjung blog Anda menggunakan browser yang beragam, entah itu Google Chrome, Mozille Firefox, Opera atau Safari.

Sehingga theme blog Anda haruslah kompatibel dengan semua jenis browser.

Saat blog Anda terlihat bagus di Google Chrome, hasil yang sama belum tentu Anda dapatkan saat mengaksesnya menggunakan browser yang berdeda, kadang bisa jadi berantakan.

Biasanya, pembuat theme selalu menuliskan hal ini di bagian deskripsi, Anda bisa membacanya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Belum ada tools untuk menguji hal ini, satu-satunya cara adalah dengan melakukan pengujian manual.

Namun Anda tidak perlu khawatir, untuk theme-theme saat ini biasanya mereka sudah kompatibel dengan berbagai jenis browser termasuk browser smartphone.

Supaya lebih yakin Anda bisa mengujinya secara manual.

4. Kompatibel dengan plugin popluer

Yang membedakan WordPress dengan platform lain seperti blogspot atau joomla adalah adanya plugin yang memungkinkan Anda melakukan apapun pada blog Anda.

Dari sekian banyak plugin, ada beberapa plugin populer yang wajib di-install pada setiap nlog, seperti Yoast SEO, Plugin Cache dan WordPress Security.

Plugin-plugin tersebut akan sangat membantu performa blog Anda, akan tetapi dengan syarat: theme blog harus kompatibel dengan plugin tersebut.

5. Loading theme harus cepat

Tak ada orang yang suka dengan blog yang lambat, semuanya ingin cepat, termasuk Google.

Dikutip dari Moz…

Google menjadikan kecepatan loading sebuah halaman sebagai salah satu indikator penentu ranking, makin cepat loadingnya makin bagus pula rankingnya.

Cara menilai kecepatan theme blog

Untuk mengetahui seberapa cepat loading sebuah halaman atau theme, Anda bisa menggunakan tools Google PageSpeed Insight.

Sebagai contoh, kita gunakan lagi theme Sparkling untuk menilai seberapa cepat theme tersebut.

Inilah hasilnya…

Dari hasil di atas, Anda bisa melihat bahwa theme Sparkling mempunyai nilai 74 dan itu termasuk sedang dan bisa Anda gunakan.

Kalau Anda mendapati nilai dibawah 49, saran saya jangan gunakan theme tersebut karena akan berefek nagatif pada blog Anda.

Carilah theme yang mempunya nilai 90-100 atau 50-89.

Theme Gratisan vs Theme Berbayar

Untuk membuat sebuah blog, Anda bisa memilih theme WordPress yang gratis maupun berbayar.

Theme gratisan bisa Anda dapatkan di halaman WordPress.org, sedangkan untuk yang premium alias berbayar, Anda bisa mendapatkannya di Themeforest.

Blog Anda tidak harus menggunakan theme yang berbayar, namun theme premium biasanya mempunyai banyak keunggulan dibanding yang gratisan.

Berikut perbandingan umumnya.

Theme PremiumTheme Gratisan
Tidak ada watermarkAda watermark
Full support saat terjadi errorTidak ada support saat error
Kustomisasi yang lebih leluasa seperti font, warna, layout, widget, dllKustomisasi yang terbatas, tidak leluasa mengatur warna, font, dll.

Semua hal ini tergantung pada kesiapan Anda, terutama dari sisi biaya, karena untuk theme premium biasanya dijual di kisaran $20 – $90.

Cara memasang theme WordPress pada blog

Cara memasang theme sangat mudah.

Pertama, pilih theme yang Anda inginkan di WordPress.org, kemudian download file ZIP atau RAR nya.

Kedua, buka halaman admin blog Anda pilih menu Appearance > Theme > Add New

Ketiga, klik Choose file dan pilih file ZIP yang sudah Anda download kemudian klik Install Now

Selesai, blog Anda sudah mempunyai tampilan baru.

Kesimpulan

Memilih theme WordPress seperti memilih baju, kalau baju tersebut fit di badan Anda tentu Anda akan terlihat keren, begitupun blog, kalau theme-nya sesuai dengan karakteristik dan tujuan blog tersebut, tentu akan sempurna.

Terakhir, saya ingin tahu theme apa yang Anda gunakan pada blog Anda? Tulis di kolom komentar dan kita akan diskusi.

You May Also Like

Avatar

About the Author: Fajar Hidayat

Fajar adalah seorang blogger profesional dan mempunyai pengalaman di dunia Digital Marketing lebih dari 5 tahun. Selain itu, ia juga merupakan Founder Sekolah Blogger dan Komunitas SBO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.