Apa itu Domain? Pengertian, Fungsi dan Contohnya

apa itu domain, pengertian domain

Jika Anda baru terjun ke dunia blog atau website atau digital marketing secara umum, maka Anda akan bertemu dengan istilah domain atau nama domain.

Apalagi jika Anda sedang belajar cara membuat blog, maka pengetahuan tentang domain adalah hal wajib yang harus Anda ketahui.

Lalu, apa itu domain? Apa fungsinya? Bagaimana contohnya? jika pertanyaan tersebut adalah pertanyaan Anda, maka Anda sedang berada di halaman yang tepat, karena artikel ini akan membahas semua hal di atas secara sederhana agar mudah dimengerti.

Berikut adalah beberapa topik yang akan Anda pelajari:

Setelah selesai membaca artikel ini, Anda akan mengerti apa itu domain, apa fungsinya, dan segala hal yang berkaitan dengannya.

Mari kita bahas satu per satu.

Apa itu Domain?

Kalau merujuk definisi dari Wikipedia, definisi domain adalah:

Nama domain (bahasa Inggris: domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti server web atau server surel di jaringan komputer ataupun internet.

Wikipedia

Tapi sesuai janji saya di awal, kita akan coba jelaskan dengan cara yang sederhana agar mudah dimengerti.

Secara sederhana, DOMAIN ADALAH ALAMAT blog atau website di internet.

Kalau Anda mau berkunjung ke rumah teman, pasti ada alamat yang Anda tuju untuk sampai ke sana, misal Jl. Kemerdekaan No. 1945 Jakarta, sehingga Anda tidak tersesat dan dengan mudah bisa berkunjung ke rumah teman Anda.

Hal serupa berlaku juga di internet, jika Anda ingin berkunjung ke sebuah blog atau website, maka Anda perlu alamat agar tidak salah, nah alamat ini yang disebut dengan domain atau nama domain.

Fungsi Nama Domain

Dari penjelasan di atas, Anda sudah mengetahui bahwa fungsi nama domain adalah sebagai alamat yang membedakan blog yang satu dengan blog lainnya, membedakan website satu dengan website yang lainnya.

Selain berfungsi sebagai alamat, domain juga berfungsi untuk kepentingan branding, baik untuk perusahaan maupun untuk pribadi (personal branding).

Jika Anda mempunyai perusahaan dengan nama BRAND A, maka sebisa mungkin domain website Anda pun satu nama dengan nama brand Anda, karena dengan demikian, perusahaan Anda akan mudah ditemukan di internet.

Begitu pula jika Anda ingin mempunyai personal brand yang kuat, maka pilihan nama domain adalah hal yang harus Anda pertimbangkan matang-matang, sehingga saat orang mengunjungi blog Anda mereka dengan mudah mengingat Anda itu siapa.

Jenis-jenis Domain

Banyak pilihan ekstensi nama domain yang bisa Anda pilih, yang paling populer adalah .com, seperti blog ini menggunakan ekstensi domain .com, sekolahblogger.com.

Namun, ekstensi domain tidak hanya .com, masih banyak ekstensi lain seperti .net, .org, .info, .me dan masih banyak lagi.

Semua punya peruntukannya sendiri-sendiri, tapi saya sarankan kalau bisa pakailah ekstensi .com karena ekstensi ini paling familiar dan paling populer di kalangan pengguna internet.

Sebelum Anda memutuskan ekstensi apa yang akan Anda pakai, kami sarankan Anda mengetahui beberapa jenis domain yang saat ini ada di internet.

1. Top Level Domain (TLD)

Top level domain atau TLD adalah ekstensi domain yang paling populer dan berada dalam urutan teratas dari semua jenis domain.

Ada ratusan TLD yang tersedia, tapi yang paling populer adalah .com, .org, dan .net.

Jika Anda membuat blog atau membuat website, usahakan gunakan top level domain.

2. Sponsored Top Level Domain (sTLD)

Sponsored Top Level Domain adalah ekstensi domain yang mewakili komunitas tertentu dan ini disponsori oleh ekstensi domain.

Contohnya:

  • .edu : organisasi pendidikan
  • .gov : pemerintahan di Amerika
  • dan masih banyak lagi

3. Domain Kode Negara

Domain kode negara atau yang biasa disebut Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah ekstensi domain yang dimiliki setiap negara di dunia, atau bisa disebut dengan kode negara.

Berikut beberapa contohnya:

  • Indonesia : .id
  • Malaysia : .my
  • India : .in
  • Inggris : .uk
  • Jermah : .de

dan masih banyak lagi.

Biasanya ekstensi ini digunakan untuk menarget audiens negara tersebut.

Untuk Indonesia sendiri banyak variannya, tidak hanya .id, tapi ada beberapa ekstensi lain sesuai tujuan website itu dibuat.

  • .co.id : website perusahaan
  • .or.id : website organisasi
  • sch.id : website sekolah
  • go.id : website lembaga pemerintahan Indonesia
  • dan lainnya

Untuk di Indonesia, lembaga yang bertanggung jawab akan ekstensi domain kode negara ini adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), Anda bisa membaca info jelasnya di sana, seperti benefit, persyaratan dll.

Otoritas Pengelola Nama Domain

Otoritas yang mengelola nama domain adalah ICANN (Internet Corporation fot Assigned Names and Numbers), sebuah organisasi nirlaba yang membuat dan menerapkan kebijakan terkait domain.

Dalam pelaksanaannya, ICANN akan memberikan izin kepada perusahaan penyedia domain atau biasa disebut dengan Domain Name Registars untuk menjual nama domain kepada masyarakat luas.

Di Indonesia sendiri ada ratusan perusahaan penyedia nama domain yang bisa Anda pilih, yang membedakan biasanya hanya pelayanan setiap persuhaan saja, karena dari sisi harga tidak terlalu jauh berbeda.

Bagaimana cara membelinya? Kita akan bahas di bab selanjutnya.

Cara Membeli Domain

Bagi saya, kata yang lebih tepat adalah ‘menyewa’ bukan ‘membeli’, karena saat membeli domain, kontraknya adalah sewa.

Biasanya periode sewanya adalah 1 tahun, maka di tahun berikutnya Anda harus perpanjang masa sewanya, karena kalau tidak, domain Anda bisa diambil dan digunakan oleh orang lain.

Dan seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, di Indonesia sendiri ada ratusan perusahaan penyedia domain, Anda bisa mendaftarkan domain Anda disana.

Ini adalah beberapa rekomendasi dari Sekolah Blogger, rekomendasi ini berdasarkan pengalaman pribadi:

Caranya pun cukup mudah, Anda hanya perlu registrasi di provider penyedia domain, kemudian pilih menu pembelian domain, masukkan domain yang Anda inginkan dan bayar, selesai.

Namun jika Anda ingin membuat sebuah blog atau website, Anda tidak hanya memerlukan domain, Anda juga perlu yang namanya hosting.

Untuk rekomendasi provider hosting untuk blog saya sudah buat ulasannya di artikel 5 Provider Hosting Terbaik ini.

Pertanyaan Seputar Domain yang Sering Ditanyakan

Ini adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar nama domain, dari list berikut ini, mungkin ada yang mewakili pertanyaan Anda juga.

Berikut adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan seputar domain.

1. Bagaimana cara memilih domain yang tepat?

Setelah Anda tahu pengertian, fungsi dan cara membeli domain, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memilih domain yang tepat untuk blog atau website Anda.

Ada beberapa cara memilih domain yang tepat, salah satunya adalah pilihlah nama domain yang mudah diketik dan mudah diucapkan.

Saya udah bahas panjang lebar di artikel cara memilih domain yang tepat ini, ada 6 tips yang bisa Anda aplikasikan saat Anda hendak memilih sebuah nama domain.

2. Apa yang dimaksud dengan Subdomain?

Subdomain adalah anak dari domain utama.

Contoh :

Domain utama : google.com

Subdomain : drive.google.com atau trends.google.com

Saat Anda sudah membeli domain, maka Anda bisa membuat subdomain sendiri di blog atau website Anda.

Di artikel cara membuat subdomain, saya sudah memaparkan apa itu subdomain dan bagaimana cara membuatnya, semoga bisa memperdalam wawasan Anda.

Kesimpulan

Anda sudah mengetahui pengertia domain, apa fungsinya dan segala hal yang Anda perlu tahu tentang domain melalui artikel ini.

Jika Anda ingin membuat blog atau website, domain apakah yang akan Anda pakai? Silahkan tulis di kolom komentar ya.

You May Also Like

About the Author: Sekolah Blogger

Sekolah Blogger merupakan media online yang khusus membahas topik seputar blogging.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.